Pakaian Adat Jawa Timur, Jenis dan Filosofinya
Warna merah putih yang mencolok tersebut menggambarkan karakter orang Madura yang tegas, keras, tidak kenal ragu, berani, dan terbuka dalam menyampaikan pemikirannya kepada orang lain.

Sedangkan untuk bawahan berupa celana komprang (celana kain longgar) berwarna hitam. Model pakaian tersebut secara filosofis menggambarkan kesederhanaan dan sifat terbuka masyarakat Madura. Selain itu juga sifat menghargai kebebasan.
Untuk perempuan, baju pesa'an berupa kebaya dan sarung atau jarik dengan warna mencolok. Warna yang sering dipilih yakni merah, hijau, atau biru dengan ukuran yang ketat di badan.
Konon, penggunaan baju ini biasanya menggunakan kain kebaya yang agak transparan dan perempuan menggunakan dalaman yang berwarna kontras dengan warna kebaya. Seringkali dinamakan kebaya rancongan.
Pakaian adat Jawa Timur ini kerap digunakan dalam kegiatan seremonial seperti upacara adat, karapan sapi atau kegiatan budaya lainnya.