Okupansi Hotel Kota Batu Turun di Libur Nataru, PHRI: Tergolong Rendah dari Perkiraan Awal
Penurunan ini disebutnya karena masyarakat biasanya memilih untuk memesan kamar pada detik-detik akhir melalui Online Travel Agency (OTA) atau pemesanan tiket online. Apalagi diakui usai Covid-19 dan adanya gejolak ekonomi, tamu-tamu yang datang tidak seperti dahulu.
"Kalau setelah Covid memang tamu tidak seperti dulu. Kecenderungan tamu setiap tahun berubah. Kalau di Kota Batu tidak ada sesuatu yang baru, atau kadang tamu itu masih wait and see, karena rata-rata tamu memesan lewat OTA (online travel agency) dan lain-lain, dan itu harganya masih dinamis dan ada fasilitas apa," katanya.
Tingkat okupansi tinggi juga belum terasa di malam tahun baru. Bahkan kata Diah, justru belum terlihat jumlah okupansi tinggi. Tapi dia tetap optimistis calon konsumen akan memesan di detik-detik akhir melalui OTA.
"Kalau tahun baru memang masih belum terlihat, malah pemesanannya sedikit-sedikit. Mengalami penurunan tahun ini, agak susah dan lambat," ucapnya.
Di sisi lain, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menyampaikan, ada 27 titik hotel dan tempat wisata yang mengajukan izin mengadakan kegiatan di malam tahun baru. Acara perayaan pergantian malam tahun baru ini untuk menarik minat wisatawan darı berbagai daerah berkunjung ke Kota Batu.