Ngaji Bareng di Sumenep, Ma'ruf Amin Beri Ijazah Kitab Sahih Bukhori
Sebelum memberikan ijazah kepada santri, Kiai Ma'ruf juga sempat membacakan mukaddimah (pendahuluan) dari Kitab Shahih Bukhari. Setelah memberikan ijazah, Kiai Ma'ruf pun membaca surat Al-Fatihah.
"Mungkin ini pertama kali di dunia, calon wakil presiden memberi ijazah kitab," kata Kiai Ma'ruf yang disambut tepuk tangan para santri.
Mustasyar PBNU itu menyampaikan bahwa Pesantren Annuqayah selama ini telah memberikan peran yang signifikan di bidang keagamaan. Selain masalah keagamaan, pesantren terbesar di Kabupaten Sumenep itu juga dianggap berhasil mencetak lulusan santri yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Mantan Rais Aam PBNU itu mengaku sangat yakin dengan pola pendidikan agama yang dikembangkan Annuqoyah, bisa mencetak santri dan santriwati yang siap bersaing di masa yang akan datang. Tentunya membanggakan bagi tradisi Nahdlatul Ulama (NU).
"Untuk mencetak putra-putra bangsa dalam rangka menyiapkan orang-orang yang memahami agama, para ulama dan orang-orang yang akan memberikan perbaikan dan perubahan di dalam masyarakat," kata Kiai Ma'ruf.
Acara Ngaji Bareng itu dihadiri puluhan ulama pesantren dari Jawa Timur, di antaranya Pengasuh Pesantren An-Nuqayah KH Abdul A'la, Pengasuh Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid. Hadir pula putri Gus Dur, Yenny Wahid dan Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim, serta sejumlah pejabat lainnya di Madura.
Editor: Kastolani Marzuki