Nestapa Fali Rabbani, Balita Sebatang Kara Penderita Patah Tulang di Jember: Terabaikan meski Tinggal Dekat Pusat Kekuasaan
Nasib berkata lain, baru menginjakkan kaki di pulau seberang, anaknya mengalami kecelakaan. Ia pun tak bisa pulang. Nur Halimah hanya bisa pasrah kepada tetangga kosnya itu. “Sebelum mamanya Fali ke Kalimantan, anak ini memang sering tinggal sama saya. Jadi, sejak mamanya merantau dia saya rawat. Sudah seperti anak sendiri,” kata Sunik kepada iNews Jatim, Selasa (22/8/2023).
Menurutnya, bocah periang ini mengalami petaka saat bermain di alun-alun. Awalnya, Sunik tak tahu jika anak itu perlu perawatan medis. Dia hanya membawa ke tukang urut dan sangkal putung. Namun, setelah berjalan dua pekan, kondisinya belum juga membaik. Keceriaan bocah itu terenggut. Ia tak muncul lagi di alun-alun untuk bermain-main seperti malam-malam sebelumnya.
Rupanya, absennya Fali dari ruang terbuka hijau ini memancing pertanyaan orang-orang. Raisa, salah satu pelanggan kopi Nur Halimah, sempat bertanya kepada Sunik tentang keberadaan bocah itu. Seusai mendapat penjelasan, Raisa mengunjungi rumah kosnya. Dari Raisa inilah kabar Fali mulai tersebar. Ia mengajak teman-temannya menggalang bantuan untuk membawa Fali berobat ke rumah sakit.
Kabar ini kemudian mendapat respons dari relawan Yayasan Semasa Berbagi Indonesia. Bocah itu dibawa ke Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, Senin malam kemarin, 21 Agustus 2023. Ia mendapat perawatan intensif di sana. Biayanya ditanggung oleh Yayasan Cinta Dhuafa, sebuah lembaga nirlaba milik keluarga dr Faida MMR, owner RSBS Jember.
“Sebelumnya, pihak dinas sosial juga sempat datang ke kosan. Dua kali. Namun, karena Fali tidak punya identitas apapun, jadi belum bisa ditangani. Akta kelahiran tidak ada, kartu keluarga juga tidak punya,” ungkap Sunik, saat ditemui di Ruang Perawatan Anak RSBS Jember.