Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terobos Lampu Merah, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Sidoarjo
Advertisement . Scroll to see content

Musibah Kecelakaan dan Kisah Mistis Alas Jati Peteng Tuban 

Senin, 13 September 2021 - 09:47:00 WIB
Musibah Kecelakaan dan Kisah Mistis Alas Jati Peteng Tuban 
pengendara melintas di tengah Hutan Jati Peteng di kawasan Tuban yang terkenal angker. (Foto: iNews.id/Pipiet Wibawanto).
Advertisement . Scroll to see content

TUBAN, iNews.id - Alas Jati Peteng di Kabupaten Tuban dikenal sebagai kawasan angker. Berbagai kisan mistis menghiasi hutan di wilayah KPH Tuban ini, mulai dari sesosok perempuan misterius, ular besar, hingga pasar setan yang tetiba muncul di hutan sunyi itu. 

Karenanya, setiap kali ada peristiwa kecelakaan di lokasi itu, selalu dikaitkan dengan kisah mistis tersebut. Sebab, tak jarang pengendara merasa melihat sesuatu yang aneh sebelum kecelakaan terjadi. 

Asisten Perhutan (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kerek, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tuban, Sarju menceritakan, sebelum tahun 1969 alas jati peteng masih rimbun. Saat itu, pohon jati berukuran tinggi besar berusia ratusan tahun masih tegak berdiri dan belum di tebang. 
 
Saking tingginya, saat itu batang batang pohon dan daun jati saling bertemu di atas, sehingga jalur pantura Daendels ini mirip seperti goa. Bahkan meski siang hari tampak gelap. 

Karena itu kawasan hutan jati ini lebih dikenal dengan sebutan alas jati peteng, karena jalur pantura saat itu memang sangat gelap akibat tertutup rerimbunan pohon jati. 
 
Pada saat itu, orang maupun kendaraan juga jarang yang melintas karena tidak berani. Selain karena dikenal angker, kawasan ini dulunya dikenal banyak begal sadis yang tak segan melukai bahkan membunuh korbannya jika melawan. 

"Cuma dengar saja kawasan ini angker. Tapi, dulu memang sepi. Sehari, paling banyak empat kendaraan saja yang melintas. Sebab, jalan ini dulu tertutup jati. Ada jalan tapi sempit. Apalagi dulu banyak begal atau rampok," katanya, Senin (13/9/2021). 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut