Motif Perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Polisi: Bisa karena Sakit Hati
Para perampok berhasil membawa kabur uang tunai Rp 400 juta dan sejumlah perhiasan milik istri Wali Kota Blitar. Argowiyono mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Semua hal yang diduga memiliki keterkaitan terus dicocokkan dan dianalisis.
Termasuk dengan sidik jari dan bahan-bahan yang diperoleh labfor dan inafis, kata Argowiyono hingga kini petugas masih menunggu hasil. Begitu pula dengan jumlah saksi yang dimintai keterangan juga bertambah, yakni menjadi 30 orang.
Kapolres mengungkapkan, melihat aksi pelaku yang menggunakan pelat nomor dinas dan seragam, ada dugaan pelaku sengaja memunculkan kesan orang dalam yang terlibat.
“Tentunya kasus ini sudah direncanakan melihat seperti itu. Menggunakan plat dinas Mobil. Seragam. Asumsi seolah ada keterlibatan orang dalam,” ujarnya.
Terkait arah kabur pelaku, Argowiyono juga masih belum bisa memastikan. Informasi yang didapat, kendaraan yang dipakai kawanan perampok itu dicurigai bergerak ke arah Malang.
Kemudian ada yang mengaku melihat sempat di wilayah Srengat Kabupaten Blitar dan ke arah Surabaya.
Untuk memastikan hal itu, Polres Blitar telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitar, yakni Tulungagung, Kediri dan Malang.
Editor: Kastolani Marzuki