Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragedi Perang Bubat, Pernikahan Kerajaan Sunda-Majapahit Berubah Jadi Pertumpahan Darah
Advertisement . Scroll to see content

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 06:57:00 WIB
Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara
Kerajaan Majapahit dibakar saat terjadi konflik internal di akhir masa-masa kejayaannya. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Pergolakan semakin memuncak di era Bhre Pandalanas atau Dyah Suprabhawa yang bergelar Sri Adi Suprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta. Dia tidak mampu menghadapi tekanan politik sehingga terpaksa melarikan diri meninggalkan tahtanya.

Kondisi itu dimanfaatkan Bhre Kertabhumi yang kemudian berhasil merebut kekuasaan dan naik tahta pada 1474. Dia menjadi raja terakhir Majapahit yang berpusat di ibu kota Majakerta hingga 1478.

Puncak dari perebutan kekuasaan terjadi saat Girindrawardhana Dyah Ranawijaya, putra Dyah Suprabhawa, menyerang Majakerta. Dalam serangan itu, ibu kota Majapahit berhasil direbut dan Majapahit bumi hangus menjadi kenyataan pahit.

Majakerta dibakar habis, Bhre Kertabhumi dilengserkan secara paksa dan akhirnya dibunuh. Ranawijaya kemudian memerintah dengan gelar Sri Wilwatika Jenggala Kadiri.

Masa kejayaan Majapahit benar-benar berakhir ketika kekuasaan Girindrawardhana Dyah Ranawijaya ditumbangkan oleh pasukan Kesultanan Demak pada 1527. Di bawah pimpinan Sultan Trenggono, Demak berhasil menguasai sisa-sisa kejayaan Majapahit.

Sejak saat itu, Majapahit bumi hangus menjadi simbol runtuhnya salah satu kerajaan terbesar Nusantara yang pernah berjaya di masa Raja Hayam Wuruk.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut