Misteri Naskah Proklamasi Tulisan Sutan Sjahrir yang Batal Dibacakan Soekarno

Sjahrir seketika kecewa sekaligus marah kepada Soekarno. Lalu bagaimana dengan teks Proklamasi Kemerdekaan yang sudah ditulisnya?
Kepada peneliti asing George Kahin pada 15 Februari 1949, Sjahrir mengatakan, seingatnya teks proklamasi kemerdekaan itu diketik dengan panjang 300 kata.
Isi teks menggambarkan penderitaan rakyat di bawah pemerintahan Jepang dan sekaligus untuk menyatakan rakyat Indonesia menolak menjadi barang inventaris yang diserahkan dari tangan pemerintahan kolonial satu ke tangan pemerintahan kolonial yang lain.
Teks dirancang tidak untuk mengisolasikan unsur-unsur pro Jepang, tetapi untuk membangkitkan rakyat. “Teks itu, menurut Sjahrir adalah anti-Jepang bukan anti-Belanda,” tulis Rudolf Mrazek dalam 'Sjahrir Politik dan Pengasingan di Indonesia'.
Dalam perjalanannya, teks proklamasi kemerdekaan karangan Sjahrir lantas tidak jelas nasibnya. Sutan Sjahrir sendiri tidak menyimpan salinannya.