Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkot Madiun Hadirkan Destinasi Wisata Religi, Pelancong Luar Daerah Antusias
Advertisement . Scroll to see content

Misteri Desa Penari Rowo Bayu dan Kisah Pertapaan Prabu Tawang Alun di Banyuwangi 

Jumat, 10 September 2021 - 08:53:00 WIB
Misteri Desa Penari Rowo Bayu dan Kisah Pertapaan Prabu Tawang Alun di Banyuwangi 
Rowo Bayu, salah satu tempat syakral di kawasan pertapaan Prabu Tawang Alun di Desa Bayu, Banyuwangi. (Foto: iNews.id/Eris Utomo).
Advertisement . Scroll to see content

Udara lembab dengan kabut tipis menambah suasana sunyi mencekam. Wewangian dupa sudah tercium sejak di pintu masuk, membuat merinding bagi warga yang tidak perah berkunjung di Rowo Bayu ini. 
 
Keberadaan petilasan Prabu Tawang Alun, stupa dan candi serta makam kuno yang berada di sekitar telaga, menggenapi suasana mistis yang teramat mendalam. 

Tempat pertapaan Prabu Tawang Alun setelah menyepi karena meninggalkan kerajaan demi ketentraman. (Foto: iNews.id/Eris Utomo).
Tempat pertapaan Prabu Tawang Alun setelah menyepi karena meninggalkan kerajaan demi ketentraman. (Foto: iNews.id/Eris Utomo).

Petilasan Prabu Tawang Alun memiliki ukuran sekitar 4x4 mpat meter. Di dalamnya terdapat semacam tempat duduk dari batu yang konon sebagai tempat bertapa Prabu Tawang Alun. 
 
Silih berganti warga masuk petilasan untuk berdoa, menurut keyakinannya masing–masing. Sejumlah bunga juga nampak di atas batu yang ditempatkan dupa sebagai wewangian. Tidak ada dekorasi yang menonjol. Kain kelambu warna merah putih menutupi sekeliling ruang petilasan. 
 
Maklum, Rowo Bayu hingga saat ini masih menjadi jujugan warga untuk melaksanakan ritual tertentu. Keberadaan lima sumber mata air yang terus mengalir juga dipercaya memiliki energi mistis dan kasiat berbeda. Lima sumber air tersebut yakni mata air Kaputren, Dwi Gangga, Sumber Rahayu, Panguripan dan sumber kamulian. 

Juru Kunci Rowo Bayu, Saji, mengatakan, sampai saat ini Rowo Bayu masih menjadi pilihan sebagian orang untuk berwisata religi. Sebagian bahkan mempercayai bahwa Prabu Tawang Alun masih berada di dalam petilasan yang hidup kasat mata. 

"Pertapaan ini memang ada sejarahnya. Dulu, tahun 1659, Prabu Tawang Alun ditunjuk menggantikan ayahnya Pangeran Kedawung untuk menjadi Rasa. Wilayah kekuasannya meliputi Jember, Lumajang, Bondowoso dan Panarukan. Namun, saudaranya iri," katanya. 

Sumber Kaputren, salah satu mata air di kawasan Rowo Batu yang kerap dijadikan tempat ritual. (Foto: iNews.id/Eris Utomo).
Sumber Kaputren, salah satu mata air di kawasan Rowo Batu yang kerap dijadikan tempat ritual. (Foto: iNews.id/Eris Utomo).

Namun, karena khawatir terjadi pertumpahan darah dan mengganggu ketentraman, Prabu Tawang Alun akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada adiknya, Wilo Broto. "Sejak saat itu, Prabu Tawang Alun meninggalkan kerajaan dan bertapa di sini," tuturnya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut