Saat ini, infratruktur menuju Alas Purwo telah didukung dengan sarana jalan yang sangat memadai hingga sampai Pancur yang merupakan penghentian akhir di Alas Purwo.
Keanekaragaman hayati di alas purwo begitu melimpah. Setidaknya ada 700 jenis tumbuhan mendiami Alas Purwo berikut satwanya, seperti banteng, merak, rusa hingga harimau. Semuanya menjadi satu kesatuan pada daratan seluas 43.420 hektare ini.
Namun, kisah mistis di Alas Purwo ini diyakini masyarakat adalah satu di antara sejumlah hutan yang terangker di Pulau Jawa, bahkan se-Nusantara.
Juru kunci Alas Purwo, Mbah Saminten merupakan generasi penerus setelah suaminya, Mbah Mariono menuturkan, kegiatan pesugihan, mencari wangsit atau ilmu hitam sering dilakukan beberapa orang di Alas Purwo.
Meski kejadian orang hilang di Alas Purwo yang sudah berulang kali terjadi, tidak menyurutkan sejumlah kalangan untuk masuk ke Alas Purwo.