Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk
Advertisement . Scroll to see content

Minyak Goreng Bersubsidi Dihentikan, Perajin Keripik Tempe di Malang Kelimpungan 

Senin, 28 Maret 2022 - 18:50:00 WIB
Minyak Goreng Bersubsidi Dihentikan, Perajin Keripik Tempe di Malang Kelimpungan 
ilustrasi minyak goreng bersubsidi. (istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

Sofyan menambahkan, biasanya dalam satu minggu pemerintah mengirimkan sebanyak dua sampai tiga kali pengiriman dengan jumlah besar, yang diperuntukkan untuk para pelaku IKM tempe dan keripik di Sanan. Dimana total ada sekitar 350 pelaku IKM yang biasanya membutuhkan minimal 15-16 kilogram minyak goreng.

"Kebijakan dari pemerintah kita nggak tahu dapat berapa pengiriman, ini katanya siap satu minggu tiga kilo oke. Rata-rata ambil yang kecil saja itu 1 jirigen 15 atau 16 kilogram itu yang minim," ucapnya.

"Sedangkan ini yang enam jirigen satu hari ada yang sampai delapan, ada yang lima. Memang bukan industri besar, .memang kita sentranya tapi semua home industri, saking banyaknya pengerajin kita membutuhkan minyak yang banyak," tambahnya.

Penghentian distribusi minyak goreng subsidi ini membuat para pelaku pengerajin tempe dan keripik terpaksa membeli minyak goreng nonsubsidi dengan harga yang mahal. Hal ini membuat keuntungan dari para pengerajin keripik dan tempe ini berkurang cukup drastis, bahkan beberapa di antaranya tak bisa balik modal dan merugi.

"Kita cari yang ada saja yang nonsubsidi, yang satu karton (harganya) Rp270.000-Rp260.000, kita ambil terpaksa. Dari keuntungan ya kita nggak dapat keuntungan cuma bisa makan untuk bertahan saja," katanya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut