Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kembali Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Longsor Banjarnegara 12 Orang 16 Belum Ditemukan
Advertisement . Scroll to see content

Merasa Janggal, Orang Tua Korban Tragedi Kanjuruhan Siap Ajukan Autopsi Ulang

Kamis, 01 Desember 2022 - 10:15:00 WIB
Merasa Janggal, Orang Tua Korban Tragedi Kanjuruhan Siap Ajukan Autopsi Ulang
Aparat kepolisian mengamankan lokasi autopsi dua korban Tragedi Kanjuruhan di TPU Desa Sukolilo, Kabupaten Malang, Sabtu (5/11/2022). (Foto: Avirista Midaada)
Advertisement . Scroll to see content

Sejumlah temuan itu, juga didapati pada jenazah NDA. Dikatakan Nabil, jenazah NDA didapati mengalami patah tulang sebagian pada susunan tulang iga sisi kanan.

"Kemudian, adiknya N. Juga sama tapi ada di tulang dadanya. Patahnya itu. Juga di sebagian tulang iga, sebelah kanan," ucapnya.

Meski begitu, Nabil tidak bisa menjelaskan secara detail kekerasan benda tumpul yang menjadi sebab kematian kedua jenazah korban itu bersumber dari apa.

Karena, menurut Nabil, penjelasan lebih detail mengenai penyebab kekerasan benda tumpul tersebut hanya bisa dijelaskan oleh penyidik kasus tersebut.

"Di kedokteran forensik kita tidak bisa mengatakan itu karena apa. Tapi karena kekerasan benda tumpul. Untuk pastinya, tentu di penyidikan yang tahu," katanya.

Hasil ini merupakan pemeriksaan tim dokter forensik yang melakukan autopsi pada 5 November 2022 lalu kepada kakak beradik berinisial NDR (16) dan NDA (14), warga RT 1 RW 1 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Proses autopsi dilakukan di pemakaman Dusun Patuk Baran, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Autopsi dilakukan oleh enam orang dokter forensik dari PDFI Jawa Timur dengan pengawalan ketat petugas Polres Malang.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut