Mengenal Asal Usul Wangsa Isyana, Trah Penerus Raja Mataram di Jawa Timur
Akan tetapi, karena Kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran akibat letusan Gunung Merapi yang maha dahsyat sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu dianggap sebagai pralaya atau kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga. Hal ini sesuai dengan landasan kosmogonis kerajaan-kerajaan kuno haruslah dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru.
Sebab itu, Pu Sindok, yang membangun kembali kerajaan di Jawa Timur yang dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru, yaitu wangsa Isyana. Kerajaan baru itu konon masih memiliki nama Mataram sebagaimana dari peninggalan Prasasti Paradah tahun 865 Saka atau 943 M dan Prasasti Añjukladang tahun 859 Saka atau sama dengan 937 M.
Ibu kotanya yang pertama Tamwlang. Nama ini terdapat pada akhir Prasasti Turyyan tahun 851 Saka atau sama dengan 929 M. Letak Tamwlang hingga kini hanya ditemui di dalam Prasasti Turyyan itu saja, mungkin dekat Jombang sekarang, di sana masih ada Desa Tambelang.
Pu Sindok sekurang-kurangnya memerintah sejak tahun 929 M sampai dengan 948 M. Dari masa pemerintahannya didapatkan sekitar 20 prasasti yang sebagian besar tertulis di atas batu.
Tapi peneliti Belanda CC Berg menyebut semua prasasti atas nama raja Mpu Sindok itu merupakan prasasti palsu yang dibuat para pujangga Raja Dharmmawangsa Airlangga.
Sebab, raja ini memerlukan pengesahan (legitimasi) dengan menciptakan leluhur (wangsakara). Untuk itu para pujangga memilih nama seorang pejabat tinggi dalam zaman Mataram sewaktu masih berpusat di Jawa Tengah, yaitu Mpu Sindok. Silsilah raja Dharmmawangsa Airlangga kemudian diumumkan di dalam Prasasti Pucangan.
Editor: Donald Karouw