Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Penemuan Mayat Perempuan di Kali Weleri Kendal, Diduga Jatuh Terpeleset
Advertisement . Scroll to see content

Mayat Wanita di Pantai Cemoro Sewu Gemparkan Warga Tulungagung, Kepala Terpisah

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:52:00 WIB
Mayat Wanita di Pantai Cemoro Sewu Gemparkan Warga Tulungagung, Kepala Terpisah
Petugas Inafis Polres Tulungagung mengevakuasi mayat wanita tanpa kepala di Pantai Cemoro Sewu. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

TULUNGAGUNG, iNews.id – Masyarakat Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa identitas, Jumat (29/5/2026) pagi. Jasad perempuan malang tersebut ditemukan terdampar di tepi Pantai Cemoro Sewu oleh warga setempat sekitar pukul 05.00 WIB. 

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, sebelum akhirnya diteruskan ke jajaran Forkopimcam, Pos TNI AL, Polairud, serta instansi terkait. Mendapat laporan warga, aparat kepolisian bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung dan Tim Forensik RSUD dr Iskak langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Kapolsek Kalidawir, Iptu Bambang Kurniawan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar secara medis, jenazah tersebut dipastikan berjenis kelamin perempuan. Korban diperkirakan berusia antara 20 hingga 30 tahun. 

Saat pertama kali dievakuasi, jasad korban ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan baju atau busana atas. Hanya ada dua potong pakaian dalam yang masih melekat pada tubuh korban. 

"Yang melekat pada tubuh korban hanya celana kolor pendek warna abu-abu bertulisan 'Manchester City 555' dan celana dalam warna abu-abu merek Davero," kata Iptu Bambang Kurniawan, Jumat (29/5/2026). 

Kondisi jenazah dilaporkan sudah mengalami kerusakan yang sangat parah. Bahkan, bagian kepala dan badan korban sudah dalam keadaan terpisah. Polisi menduga, pemisahan organ tubuh tersebut diakibatkan oleh benturan keras pada tebing atau hantaman ombak laut selatan yang ekstrem selama berhari-hari. 

Melihat tingkat pembusukan jaringan tubuh yang terjadi, petugas medis memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari satu minggu sebelum akhirnya tersapu ke bibir pantai.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut