Mahfud MD dan Nadiem Makarim Ikut Pilih Rektor Universitas Brawijaya
"Satu orang menteri 16 orang non menteri di antaranya tiga tokoh masyarakat, kebetulan ini dua orang dari Menkopolhukam dan pejabat pemerintahan, bukan unsur menterinya tapi orangnya. Kebetulan duanya dari menteri, satunya dari pejabat pemerintah," ucapnya.
Arifin membantah bila suara akhir ditentukan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim, mengingat jika dipresentasekan suara Nadiem hanya 35 persen. Berbeda dengan 16 anggota majelis wali amanat lainnya yang jika ditotal bisa mencapai 75 persen.
"Itu unsur MWA (Majelis Wali Amanat) yang akan memilih rektor 17 orang itu. Salah satunya mendapat hak 35 persen itu menteri. Karena itu perintah peraturan yang harus dijalankan, tetapi hasil akhirnya tidak ditentukan oleh menteri (Mendikbudristek Nadiem Makarim)," katanya.
Arifin pun memastikan bahwa senat akademik universitas bakal independen dan membuka selebar - lebarnya dan sebanyak-banyaknya kepada siapapun pendaftar kandidat calon rektor, baik dari dalam lingkungan Universitas Brawijaya maupun luar lingkungan Universitas Brawijaya.
"Target sebanyak-banyaknya seluas-luasnya andaikan 50 akan dilakukan penyaringan akan dipilih oleh SAU karena MWA minta tiga kandidat.Dari sekian banyak kandidat menjadi tiga. Kita tidak akan membatasi, nanti kita akan membentuk debat calon-calon itu, untuk seleksi," katanya.