Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswa ITS Berjaya di Kompetisi Hacking Internasional Dubai 

Kamis, 20 Oktober 2022 - 08:39:00 WIB
Mahasiswa ITS Berjaya di Kompetisi Hacking Internasional Dubai 
Mahasiswa ITS berjaya dalam ajang Abu Dhabi Digital Authority (ADDA) Capture The Flag (CTF) Competition yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab. (istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

“Saat itu, kualifikasi dilakukan secara online dengan tipe soal web exploitation, binary exploitation, reverse engineering, forensic, kriptografi, dan mobile reverse engineering,” tuturnya. 

Dengan kegigihannya, timnya pun berhasil menjadi salah satu dari lima finalis yang diberangkatkan ke Dubai untuk kejuaraannya. Selama empat hari, Ayik bersama timnya berlaga di World Trade Center (WTC) Dubai untuk merebut kejuaraan. 

“Saat final, kita diharuskan menyelesaikan lebih banyak (soal) dibanding tahap kualifikasi dan soal yang diberikan pun lebih sulit,” ujarnya.

Pada babak final, tim yang diberi nama Good Luck Have Fun (GLHF) ini bersama tim finalis lainnya harus menyelesaikan soal web exploitation, reverse engineering, forensic, attack defense, lab hacking, dan hardware hacking.

Menurut Ayik, timnya bisa menyelesaikan berbagai persoalan, seperti eksploitasi web untuk mendapatkan data,dan membuat aplikasi crack dengan mencari algoritma program aplikasi tersebut. “Selain itu, saya pun mendapatkan beberapa persoalan menarik, seperti membobol website resmi pemerintah Abu Dhabi yang dilengkapi dengan fitur keamanan tinggi,” katanya.

Menariknya lagi, Ayik menjelaskan bahwa timnya harus membobol teknologi lama seperti telepon Rotary hingga teknologi terkini seperti membobol mobil Tesla. Ia berpendapat bahwa tipe soal ini sulit untuk dipecahkan dibandingkan persoalan lainnya. “Kami harus membobol pintu mobil Tesla melalui frekuensinya, sehingga pintu mobil bisa terbuka tanpa kunci,” ujarnya. 

Selain diamanahkan menjadi ketua tim, Ayik bertugas untuk menyelesaikan persoalan reverse engineering, web exploitation, dan kriptografi. Ke depannya, masih banyak kompetisi bergengsi internasional yang harus ditaklukkan olehnya. “Salah satu impian saya adalah menjadi juara di ajang Defcon, kompetisi hacking terbesar di dunia,” katanya.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut