Machfud Siapkan Distrik Inovasi hingga Stadion e-Sport untuk Anak Muda Surabaya
CEO Success Before 30, Candra menambahkan, zaman sudah banyak berubah. Apa-apa yang dulu dianggap hanya main-main kini menjadi bisnis. Semuanya terjadi karena fenomena internet of thing (IOT).
“Diperlukan pemimpin yang berpikir next level. Sehingga benar-benar bisa membawa kota ini naik kelas,” ucapnya.
Sementara itu Presiden Persebaya Azrul Ananda mengatakan, banyak pebisnis muda di Surabaya dan Indonesia pada umumnya muncul karena “ditemukan”, bukan ”diciptakan” oleh satu sistem yang bagus.
“Seperti Mas Tom atau Mas Erick, mereka adalah pebisnis yang lahir dari keuletan mereka sendiri tanpa bantuan pemerintah. Padahal, seharusnya pebisnis itu diciptakan, melalui kebijakan dan dorongan pemerintah. Ide Pak Machfud membangun creative and innovative district akan mendorong hal itu,” jelasnya.
Menurut Azrul, Surabaya butuh banyak panggung untuk menampilkan minat dan bakat. Apalagi, Surabaya merupakan kota yang sangat muda. Warga yang berusia di bawah 35 tahun proporsinya sekitar 50 persen.
“Ini harus menjadi concern pemerintah. Kalau tidak bisa mendapatkan panggung dan ekosistem untuk mengembangkan minat dan bakatnya, anak muda itu akan pindah ke kota lain. Mungkin kalau passion seni akan ke Jogja atau Bali, kalau bisnis ke Jakarta,” katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin