Lonjakan Covid-19 di Bangkalan Tak Terbendung, Tingkat Okupansi RS Capai 82 Persen
Sementara itu , Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menegaskan, Upaya yang dilaksanakan dalam menekan angka persebaran Covid-19 yakni, melakukan rapat koordinasi, mengecek ketersediaan BOR, penambahan tenaga kesehatan dan alat kesehatan serta penerapan protokol kesehatan.
"Pelaksanaan penyekatan di perbatasan Surabaya dan Bangkalan pada 6 Juni terkonfirmasi 30 orang positif, pada 7 Juni terkonfirmasi 41 orang positif. Hal ini perlu menjadi perhatian kusus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito juga memberikan pengarahan terkait pembahasan penanganan Covid-19 di Jatim di antaranya, memastikan ketersediaan BOR serta tenaga kesehatan di rumah sakit dan tempat isolasi mandiri. Selain itu memaksimalkan fungsi Posko PPKM mikro untuk mengendalikan kasus aktif Covid-19.
"Konsisten dan meningkatkan jumlah pemeriksaan baik tracing maupun testing. Pantau kedisiplinan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas penduduk serta diperlukan kolaborasi, koordinasi dan sinergitas antar stake holder dalam menangani kasus Covid-19," ujarnya.
Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga memberikan pengarahan dan pelaksanaan yang sudah dilakukan Forkopimda Jatim, terutama melaksanakan pencegahan penularan Covid-19 termasuk adanya varian baru Covid-19. Antisipasinya dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat bagi PMI yang kembali ke Jatim dengan dilakukan karantina dan pemeriksaan swab test di Asrama Haji mauoun pos PPKM Mikro masing masing wilayah.