Longsor, Jembatan Dieng Penghubung Kota dan Kabupaten Malang Ditutup Total
Sutrisno menyebutkan, sudah hampir satu bulan lamanya Jembatan Dieng ini sudah longsor. Namun selama satu bulan itu belum ada upaya perbaikan sehingga longsor kian melebar dan memakan badan jembatan. Hal ini menyebabkan longsoran kedua muncul dengan intensitas lebih parah kendati saat kejadian tak ada hujan dan cuaca cerah.
"Perbaikannya sudah ada upaya tapi masih dirundingkan. Makanya sementara ditutup agar tidak membahayakan warga yang melintas," ujar dia.
Dirinya menambahkan, jalur yang longsor sementara dialihkan ke jalur lain tak jauh dari jembatan yang longsor. Namun karena akses jalan yang lebih sempit arus lalu lintas terlihat sedikit padat karena intensitas pengendara jalan yang melintas.
"Lewat Jalan Sumberejo Kalisongo itu muter ada tulisan petunjuk jalannya, masih bisa lewat," ucap.
Selain akses jalan terganggu, sejumlah aktivitas perekonomian juga terdampak. Sutrisno mengaku pasca penutupan Jembatan Dieng ini pendapatannya dari berjualan pisang sedikit berkurang selama sebulan ini. Bahkan karena akses jembatan yang longsor, kini pria berusia 50 tahun ini agak sedikit bergeser ke utara saat berjualan demi keamanan. Pasalnya selama ini ia memilih jualan pisang di emperan jalan dekat Jembatan Dieng yang longsor.
"Pengaruh turun (pendapatannya), sekarang turun sudah sebulan ini karena jembatan ditutup. Dulunya jualannya di pas tiang jembatan yang longsor itu. Sekarang sudah satu bulan jualan di depan toko sayur mayur, tapi sekarang tutup karena yang jualan sakit, makanya tutup," tuturnya.
Kini ia berharap agar pemerintah bisa segera memperbaiki Jembatan Dieng agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal tanpa perlu mengalami ketakutan saat melintas.
Editor: Ihya Ulumuddin