Kunjungi Kampung Tempe Surabaya, Puan Minta Kelangkaan Minyak Goreng Teratasi sebelum Ramadan
Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, dirinya sebagai Ketua DPR RI memiliki fungsi pengawasan, bukan sebagai eksekusi. Untuk itu, dirinya sekali lagi menekankan agar pemerintah menelusuri kelangkaan minyak goreng ini karena apa.
"Katanya ada panic buying, apakah betul karena itu? Sebab hanya saat-saat tertuntu saja ada panic buying?" katanya.
Agar dalam waktu cepat ini bisa teratasi, dan masyarakat bisa memperoleh minyak goreng dengan harga normal, Puan minta pemerintah daerah menggelar operasi pasar (OP).
"Saya minta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah berkoordinasi untuk menggelar operasi pasar. Antara pemda dan pemerintah pusat harus sinergi untuk mengatasi masalah minyak goreng ini," tuturnya.
Sementara itu, saat mengunjungi Kampung Tempe di Sukomanunggal, Puan juga mengunjung sejumlah perajin. Termasuk diskusi dengan Ketua Paguyuban Perajin Tempe Sukomanunggal, Markuat.
Dalam kunjungannya yang didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim,m Whisnu Sakti Buana, Puan menanyakan masalah apa yang menjadi kendala para perajin tempe.
"Soal harga kedelai bisa disiasati dengan mengecilkan ukuran tempe. Bantuan yang mereka butuhkan adalah tempat untuk merebus kedelai yang saat ini masih terbuat dari drum. Makanya nanti melalui Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) kami akan bantu apa yang dibutuhkan. Yakni menggunakan wadah dari dari bahan stainless," katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin