Kronologi Teror di Sekolah Sepak Bola Aji Santoso usai Arema Kalah dari Persebaya
"Waktu itu saya yang jaga di dalam pos, sama satu orang teman lagi. Untung botolnya nggak kena saya dan teman, cuma pecah di lantai catnya berhamburan. Semuanya selamat," katanya.
Menurutnya, sebagai sesama warga Malang dan Aremania kalau memang yang melakukan serangkaian vandalisme dan pelemparan botol itu adalah oknum Aremania, ia sangat malu. Ia pribadi juga bagian dari orang Malang, warga sekitar sekolah sepakbola milik Aji Santoso, yang dipekerjakan.
"Ya sangat disayangkan, saya itu orang Malang juga, asli Malang, tinggalnya di kampung dekat sini. Rasanya gimana ya, aneh saja kok sasarannya ke ASIFA itu kenapa," tuturnya.
Sementara itu manajemen yang diwakili Admin Teknik ASIFA Malang Firman Setio Pratomo mengaku, resah, terkejut, dan sedih, pasca insiden teror ke ASIFA kembali terjadi. Pasalnya di tahun 2017 juga pernah terjadi saat itu Aji Santoso didemo Aremania karena performa buruk Arema tim yang dilatihnya.
"Merasa sedih dengan vandalisme kejadian lagi semalam. Kita semua yang bekerja di ASIFA itu 100 persen Aremania, orang Malang asli, nyari uangnya di sini. Kok bisa institusi pendidikan, sekolah yang mendidik anak-anak jadi sasaran. Kasihan guru, karyawan, anak - anak, mereka nggak tahu apa-apa," ujar Firman.