Kronologi Pemulangan Shalfa Avrila, Atlet SEA Games karena Dituduh Tak Perawan Versi Keluarga
Mengetahui itu, Ayu kemudian memberanikan diri menghubungi Indra Sabarani, Kepala bidang Profesi Persani Jatim sekaligus penanggung jawab atlet. Dalam komunikasi via telepon Indra mengatakan alasan pemulangan karena Shalfa sudah tidak perawan.
Namun hal itu langsung dibantah Ayu bahwa selama ini tidak ada tes medis. Mendengar itu Indra, kemudian meminta Shalfa untuk menjalani tes keperawanan di rumah sakit Surabaya. "Kami sempat datang ke Surabaya, namun gagal karena sudah tutup," kata Ayu.
Anehnya, pada Selasa 26 November 2019, Zahari, seorang pelatih tiba-tiba menelpon Ayu yang intinya meminta Shalfa kembali ke Mess untuk berlatih kembali. Shalfa yang semula murung kembali ceria karena merasa masih memiliki kesempatan berlaga di SEA Games 2019 di Filipina.
Kegembiraan itu ternyata tidak berlangsung lama. Ayu tiba-tiba kembali dihubungi oleh Zahari yang intinya Indra Sabarani mempertanyakan hasil tes keperawanan Shalfa. "Saya kemudian menawarkan jika tes dilakukan di RS Bhayangkara Kediri, dan saat itu oleh bang Zahri (Zahari) dibolehkan," kata dia.
Hasil tes dokter kandungan RS Bhayangkara Kediri menyatakan SAS masih perawan. Namun yang bikin Ayu terkejut, surat keterangan keperawanan itu oleh pihak pelatih, terutama Indra Sabarani ditolak. Melalui Zahari, Indra meminta Shalfa dites ulang di RS Petrokimia Gresik.
Ayu dengan tegas menolak permintaan itu dengan alasan proses tes keperawanan menyakitkan. Selain itu ia merasa ada sesuatu yang aneh jika hasil tes resmi yang dikeluarkan rumah sakit (RS Bhayangkara) masih diragukan.
Editor: Kastolani Marzuki