Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ditangkap, Pembunuh Pria yang Jasadnya Ditemukan di Sungai Jombang Ternyata Tetangga Korban
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Pemulangan Shalfa Avrila, Atlet SEA Games karena Dituduh Tak Perawan Versi Keluarga

Jumat, 29 November 2019 - 21:02:00 WIB
Kronologi Pemulangan Shalfa Avrila, Atlet SEA Games karena Dituduh Tak Perawan Versi Keluarga
Ibunda Shalfa Avrila Siani, Ayu saat melaporkan kasus pemulangan paksa anaknya oleh tim kepelatihan dari Pelatnas SEA Games karena dituduh tidak perawan. (Foto: iNews/Afnan Subagio)
Advertisement . Scroll to see content

Mengetahui itu, Ayu kemudian memberanikan diri menghubungi Indra Sabarani, Kepala bidang Profesi Persani Jatim sekaligus penanggung jawab atlet. Dalam komunikasi via telepon Indra mengatakan alasan pemulangan karena Shalfa sudah tidak perawan.

Namun hal itu langsung dibantah Ayu bahwa selama ini tidak ada tes medis. Mendengar itu Indra, kemudian meminta Shalfa untuk menjalani tes keperawanan di rumah sakit Surabaya. "Kami sempat datang ke Surabaya, namun gagal karena sudah tutup," kata Ayu.

Anehnya, pada Selasa 26 November 2019, Zahari, seorang pelatih tiba-tiba menelpon Ayu yang intinya meminta Shalfa kembali ke Mess untuk berlatih kembali. Shalfa yang semula murung kembali ceria karena merasa masih memiliki kesempatan berlaga di SEA Games 2019 di Filipina.

Kegembiraan itu ternyata tidak berlangsung lama. Ayu tiba-tiba kembali dihubungi oleh Zahari yang intinya Indra Sabarani mempertanyakan hasil tes keperawanan Shalfa. "Saya kemudian menawarkan jika tes dilakukan di RS Bhayangkara Kediri, dan saat itu oleh bang Zahri (Zahari) dibolehkan," kata dia.

Hasil tes dokter kandungan RS Bhayangkara Kediri menyatakan SAS masih perawan. Namun yang bikin Ayu terkejut, surat keterangan keperawanan itu oleh pihak pelatih, terutama Indra Sabarani ditolak. Melalui Zahari, Indra meminta Shalfa dites ulang di RS Petrokimia Gresik.

Ayu dengan tegas menolak permintaan itu dengan alasan proses tes keperawanan menyakitkan. Selain itu ia merasa ada sesuatu yang aneh jika hasil tes resmi yang dikeluarkan rumah sakit (RS Bhayangkara) masih diragukan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut