Kronologi Dugaan Mahasiswi IAIN Tulungagung Jadi Korban Pelecehan Seksual Senior
Kebetulan di tempat itu terdapat sebuah warung makan. Namun warungnya sudah tutup. Pelaku mengajak korban singgah sebentar dan untuk menata perbekalan.
Di bagian luar warung yang tutup itu tingkah aneh pelaku kembali muncul. Tangannya tiba-tiba menyentuh pundak korban, namun langsung ditepis.
Pelaku juga sempat bertanya ke korban jika selama ini apa belum pernah disentuh laki laki. Saat mengucapkan itu tangannya kembali berusaha merangkul korban dan lagi-lagi langsung dikibaskan. Korban sangat kaget dan tidak menduga saat pelaku tiba-tiba berbuat nekat dengan menggerayanginya.
Korban coba melawan hingga berhasil melepaskan diri dan berlari menjauhi lokasi. Sambil menangis, korban berteriak minta pulang ke Tulungagung. Korban menolak melanjutkan kemah. Saat itu pukul 20.00 WIB, pelaku menuruti permintaan korban. Keduanya kembali berboncengan motor menuju Tulungagung.
Tidak disangka, saat di motor pelaku kembali coba berbuat cabul. Korban kemudian meminta turun dekat jembatan Ngadiluwih. Selanjutnya korban memberhentikan bus dan pulang seorang diri ke Tulungagung.