Korban Perampokan di Lumajang Menangis kepada Polisi Minta Pelaku Diampuni dan Dibebaskan
LUMAJANG, iNews.id – Korban perampokan di Lumajang, Jawa Timur (Jatim) menangis keras meminta polisi mengampuni dan membebaskan para pelaku. Sebanyak empat perampok yang merupakan karyawan korban, yakni Johan Andri (26), Edi Raharjo (27), Ridi (35) dan Izroil Nurrohman (29) sudah dianggap sebagai saudara.
Sambil menangis, korban perampokan bernama Tiantono (24) alias Tante Tiara meminta Polres Lumajang, Jawa Timur (Jatim) membebaskan ke empat pelaku saat menjalani proses rekonstruksi aksi perampokan di Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Sabtu (19/10/2019). Korban merupakan pemilik usaha dekorasi dan rias pernikahan.
Di hadapan Kapolres Lumajang, Akbp M Arsal Sahban, korban menangis tersedu-sedu meminta pelaku dibebaskan. Korban juga sudah mengikhlaskan uang yang sudah dirampok pelaku.
“Semua pelaku ini saudara dan karyawan saya sendiri yang sudah ikut bekerja bersama saya selama sepuluh tahun, saya tidak menyangka tapi saya sudah ikhlaskan,” kata korban sambil terus menangis sesenggukan memeluk pelaku.
Salah satu pelaku, Ridi mengatakan motif perampokan karena sakit hati. Para karyawan ini digaji kecil dan korban dinilai pelit. “Waktu itu Tante Tiara di medsos pamer uang banyak hasil job tapi ke kita sangat pelit,” katanya.