Kisah Untung Surapati Tak Terluka Tertembak Peluru saat Perang di Bangil
Serempak mereka menyerang Sunan Amangkurat III beserta rombongannya. Tetapi karena kalah pasukan, Sunan Amangkurat III dan rombongannya melarikan diri ke Madiun.
Rakyat Pranaga mendapat bantuan dari pasukan Sampang, Surabaya, dan tentara VOC terus memburu Sunan Amangkurat III sampai Madiun. Dari Madiun, Sunan Amangkurat III mendapat pertolongan Angebehi Lor dan Angebehi Kidul dibawa ke Kadiri.
Untung Surapati pun membantu pasukan Sunan Amangkurat III yang mendengar diserang oleh tentara gabungan di Bangil. Dengan kuda Kiai Pakeling, Untung Surapati beserta pasukannya membelah barisan pasukan gabungan Sampang, Surabaya, dan tentara kompeni Belanda. Petang tanding antara kedua pasukan besar itu pun mengerikan.
Derap kaki - kaki kuda, panah - panah api berlesatan di udara, pedang - pedang berdentingan. Desingan peluru yang melesat dari lubang - lubang senapan. Teriakan - teriakan prajurit sebelum menemui ajalnya, terdengar di lokasi. Mereka bergelimpangan di tanah dengan bersimpah darah.
Dalam sekejap mata, banyak prajurit yang tewas dalam perang di Bangil. Tak hanya prajurit - prajurit dari pasukan gabungan Pasuruhan dan Bali, tetapi pasukan gabungan Sampang, Surabaya, dan tentara kompeni. Mereka menjadi tumbal perang saudara antara Sunan Amangkurat III dan Sunan Pakubuwana.