Kisah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Hampir Seadab yang Bangkainya Ditemukan Arkeolog
Saat pelayarannya yang terakhir, Kapal Van Der Wijck berangkat dari Bali ke Semarang lalu sempat singgah terlebih dahulu di Surabaya.
Rute yang disinggahi Kapal Van Der Wijck menurut Pedoman Masjarakat (28/04/1937) antara lain: Makassar-Tanjung Perak (Surabaya)-Tanjung Mas (Semarang)-Tanjung Priok (Jakarta)-Palembang. Sebelum karam, kapal ini berlayar dari Makassar dan Buleleng.
Menurut Pandji Poestaka, kapal ini memuat 250 orang ketika lepas jangkar dari Surabaya. Beredar kabar, geladak Van Der Wijck membawa muatan kayu besi. Muatan kayu ini rencananya dipindahkan ke kapal lain setelah tiba di Tanjung Priok dan akan dibawa ke Afrika.
Kapal ini tenggelam di kawasan yang disebut Westgat, selat di antara Pulau Madura dan Surabaya, sekitar 22 mil di sebelah Barat Laut Surabaya.
Kapal Van Der Wijk pada hari selasa tanggal 20 Oktober 1936 tenggelam ketika berlayar di perairan Lamongan, tepatnya 12 mil dari Pantai Brondong.