Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dramatis! Jenazah Korban Helikopter Jatuh Dievakuasi dengan Heli Caracal TNI AU
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Soerjadi Soerjadarma, dari Navigator Belanda, Polisi Jepang hingga Jadi Panglima TNI Pertama dari AU

Kamis, 25 November 2021 - 19:31:00 WIB
Kisah Soerjadi Soerjadarma, dari Navigator Belanda, Polisi Jepang hingga Jadi Panglima TNI Pertama dari AU
Soerjadi Soerjadarma, Panglima TNI pertama dari Angkatan Udara (AU). (Foto: Arsip Nasional RI)
Advertisement . Scroll to see content

Pada Januari 1941, dia dipercaya menjadi instruktur Sekolah Penerbang dan Pengintai di Kalijati. Bukan sebagai pilot, Soerjadarma bertugas sebagai waarnemer, yang memiliki fungsi sebagai navigator, observer, perwira pengeboman dan air liason.

Satu tahun setelah itu, dia ditempatkan di Kesatuan Pembom, 7 e Vliegtuig Afdeling, Reserve Afdeling Bommenwerners, yang dijalani hingga bala tentara Jepang mendarat di Indonesia pada 8 Maret 1942. Saat itu, dia turut berpartisipasi dalam operasi mengebom kapal Jepang. 

Dia kemudian menjadi KSAP dan KSAU pertama yang ikut serta dalam operasi pengeboman sekitar 50 kapal Jepang. Dalam operasi ini, dia bergabung dalam pesawat ketiga yang bernomor registrasi M-588.

Dalam keadaan genting, Soerjadarma dan tim tetap fokus dalam menyasar kapal-kapal Jepang. Aksinya itu menghasilkan dua kapal Jepang tenggelam. M-588 juga merupakan pesawat yang masih terbang hingga saat terakhir dengan kerusakan hanya di bagian mesin sebelah kiri dan kebocoran bahan bakar. 

Keberhasilan operasi ini membuat pihak Belanda bangga dan menganugerahi awaknya Het Bronzen Kruis, tanda jasa khusus militer untuk keberanian masing-masing awak pesawat. Namun, Soerjadarma baru menerima medali ini pada 1968, setelah dirinya pensiun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut