Kisah Sayuti Melik, Pengetik Teks Proklamasi yang Nyaris Dieksekusi Kaum Nasionalis
Dalam waktu cukup lama, orang dekat Presiden Soekarno itu dipaksa duduk di tepi jalan. Dari percakapan yang terlontar, Sayuti mendengar dirinya tinggal menunggu waktu untuk dieksekusi.
Beruntung di bekas pabrik gula di Slawi, Sayuti Melik bertemu dengan Suwignyo. Dia kawan perjuangan Syuti Melik saat sama-sama menjalani hukuman penjara di Boven Digul.
Suwignyo merupakan bagian dari gerombolan pemuda nasionalis yang menyergapnya. Suwignyo lantas membebaskan Sayuti Melik yang sebelumnya menjelaskan dirinya hanya menjalankan perintah Gubernur Jawa Tengah.
Atas bantuan Suwignyo juga, Sayuti bisa meminjam fasilitas telepon markas AMRI Slawi. Melalui saluran telepon dia melaporkan apa yang tejadi di Pekalongan kepada Markas Besar Tentara di Yogyakarta.
SK Trimurti yang mendengar kabar suaminya berhasil bebas dari penangkapan gerombolan pemuda akhirnya menyusul ke wilayah karesidenan Pekalongan. Dengan kelihaiannya menyusup dan selalu mengucap salam merdeka sembari mengepalkan tangan kiri ke atas udara, dia berhasil masuk Pekalongan.