Kisah Ratusan Utusan Khalifah Terbunuh di Tanah Jawa Sebelum Syekh Subakir Datang
"Bagi yang mampu melihat, tumbal itu katanya berwujud pusaka," kata Umar. Dalam catatan buku Atlas Walisongo, Agus Sunyoto menulis, istilah menanam "tumbal" berkaitan erat dengan usaha rohani.
Sebuah upaya membersihkan tempat dari hal-hal yang dianggap tidak bersih. "Menyucikan suatu tempat dengan cara menanam "tanah" di tempat yang dianggap angker," tulis Agus Sunyoto.
Situs Syekh Subakir di Desa Penataran, berlokasi di sebelah utara masjid. Bentuknya makam berukuran panjang lengkap dengan batu nisan. Selembar kain mori menyelubungi nisan.
Untuk memperlihatkan nisan, Umar membuka selubung. Pada permukaan nisan yang entah terbuat dari batu pualam kuno atau jenis lain, ia menunjukkan guratan.
Sekilas mirip rangkaian aksara arab belum diketahui artinya. Walau tidak sedikit yang menyebut petilasan. Umar lebih meyakini situs yang ia kelola adalah sebuah makam.