Kisah Ratu Sakti, Raja Pajajaran Kontroversial Suka Bunuh dan Rampas Harta Rakyat
Etika dan moral yang secara turun-temurun selalu dijunjung tinggi, tetapi pada masa Ratu Sakti hal itu telah dilanggar. Pelanggaran yang Ratu Sakti lakukan dengan sengaja menikahi istri ayahnya. Kemudian membunuh orang tanpa dosa dan sebab, merampas harta orang-orang kecil, tidak berbakti kepada orang tua dan pendeta.
Pada akhirnya pemuka telah sepakat bahwa Ratu Sakti semasa menjabat sebagai raja Pajajaran telah keterlaluan. Padahal ada budaya yang harus dipatuhi bagi siapa saja yakni Estri Larangan, dilarang menikahi istri selir ayah. Bahkan pada masa Prabu Dewa Niskala dari ayah Sri Baduga Maharaja turun dari tahta karena dianggap melanggar Estri Larangan, yaitu menikahi istri larangan.
Tindak tanduk raja yang keterlaluan ini digambarkan melalui Carita Parahyangan. Pada naskah itu diceritakan Ratu Sakti cukup keterlaluan. Di naskah itu dijelaskan, agar jangan sampai raja kemudian meniru perilaku yang telah dilakoni oleh Raja Ratu Sakti.
Di masa pemerintahan Ratu Sakti kondisi masyarakat semakin tidak menentu. Kejahatan bermunculan di mana-mana sehingga banyak masyarakat yang melakukan pemberontakan terhadap kerajaan sendiri.
Tetapi celakanya pihak kerajaan tidak pernah mempedulikan hal itu. Ratu Sakti lebih memilih meniti hidupnya dengan kehidupan egois. Tak hanya itu, perilaku semena-mena, menghibur diri dan mengumbar hawa nafsu, padahal perilaku tersebut tidak pernah direstui oleh Sanghyang atau para dewa. Alhasil karena perilakunya, Ratu Sakti lengser dari tahta Kerajaan Pajajaran. Selanjutnya Prabu Nilakendra naik tahta.