Kisah Pergantian Nama Kerajaan Tumapel Jadi Singasari, Diwarnai dengan Tumbal Nyawa
Ranggawuni pun akhirnya berhasil menikam Tohjaya, dia pun segera naik tahta ke Kerajaan Tumapel. Ketika menjadi raja Tumapel, Ranggawuni bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana.
Konon selain dipimpin oleh Ranggawuni, Tumapel saat itu juga dipimpin oleh Mahisa Campaka dengan gelar Narasimhamurti, karena kebijakan dari Wisnuwardhana.
Keduanya kemudian mengadakan pemerintahan bersama dengan menyatukan Kerajaan Tumapel dan Kediri. Sejak masa inilah anak turun Tunggul Ametung dalam hal ini Ranggawuni dan anak turun Ken Arok, yakni Mahisa Campaka bersatu memimpin Tumapel.
Di masa kepemimpinan bersama inilah, nama Kerajaan Tumapel diganti dengan nama Kerajaan Singasari. Negarakertagama mengibaratkan kepemimpinan keduanya sebagai Wisnu dan Indra.
Pada kepemimpinan bersama ini kutukan keris Mpu Gandring berakhir saat Ranggawuni dan Mahisa Campaka naik tahta berdua.
Hal ini juga menandai berhentinya konflik berdarah antara keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung. Di masa pemerintahan Ranggawuni pula suksesi kepemimpinan Singasari berjalan dengan damai dan lancar.
Editor: Donald Karouw