Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penggerebekan Judi Tembak Ikan di Karo, 2 Perempuan Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Perempuan Cantik Kediri, Bunuh Diri Massal usai Jayakatwang Kalah Perang

Jumat, 15 Desember 2023 - 07:44:00 WIB
Kisah Perempuan Cantik Kediri, Bunuh Diri Massal usai Jayakatwang Kalah Perang
Ilustrasi Kerajaan Kediri
Advertisement . Scroll to see content

Kidung Harsa Wijaya menceritakan keputusan Pangeran Wijaya untuk segera menyelamatkan Gayatri yang masih berada di istana Daha. Dia cemas Gayatri akan dibawa oleh pasukan Mongol.

Sesampainya di depan keraton, ia melihat halaman bagian depan keraton penuh sesak dengan mayat-mayat. Suasana memilukan juga terlihat di dalam keraton Ratu Kediri atau istri Jayakatwang dan putrinya Ratna Kesari juga terlihat jasadnya di sana.

Dari sekian banyak perempuan yang berada di dalam istana, hanya Gayatri-lah yang masih hidup. Ia pun menjemput Gayatri dengan memerintahkan Lembu Peteng, Jaren Waha, dan Amarajaya untuk mengambil Gayatri dari Daha.

Menariknya, Gayatri sempat membantu Pangeran Wijaya dan Siddhi dalam mengidentifikasi satu persatu jenazah yang ada di dalam istana. Gayatri lantas menunjukkan kepada Pangeran Wijaya satu sosok yakni Ratu Kediri dan putri Daha yang tewas akibat bunuh diri.

Hal ini yang membuat Pangeran Wijaya atau Raden Wijaya mempercepat proses pengambilan sang putri Gayatri. Apalagi sebenarnya Gayatri telah bertunangan dengan dirinya, sebagaimana diambil dari kisah Kidung Harsa Wijaya 

Di sisi lain saat tengah berpesta kemenangan, tentara Mongol mendengar kabar Wijaya telah membawa putri dari Daha ke Majapahit. Hal ini membuat kemarahan mereka dan mengira kesepakatan awal telah dilanggar.

Arya Wiraraja, sahabat dekat Wijaya mencoba menjelaskan ke Shih-Pi bahwa Wijaya tidak mengkhianati janjinya. Tetapi karena putri dan seluruh perempuan keraton melakukan bunuh diri massal, maka janji itu belum terlaksana. Namun hal itu membuat pasukan Mongol tak terima dan kian marah, sehingga mengirimkan pasukan menuju Majapahit.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut