"Pergi dan masuklah ke surga dengan rahmat-Ku," kata Allah kepada si pendosa. Sementara kepada ahli ibadah, Allah mengatakan, "(Wahai malaikat) giringlah ia menuju neraka."
Di akhir haidts, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa lelaki pendosa itu akhirnya mendapat ampunan dari Allah lantaran menjelang kematiannya ia melakukan ibadah besar, yakni khasyyatullah (takut kepada Allah).
Kisah di atas memberikan pesan mendalam untuk tidak merasa paling benar pada hal-hal yang sesungguhnya menjadi hak prerogatif Allah.
Allah SWT pun mengingatkan Rasul-Nya untuk tidak menghakimi umatnya celaka atau bahagia di ahirat.
Dalam Surat Al Qashash ayat 56, Allah SWT berfirman:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشاءُ
Artinya: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. (Al-Qashash: 56)