Kisah Pendirian Candi Kalasan, Penebusan Janji Rakai Panangkaran kepada Sang Guru
Dikutip dari buku "Sriwijaya", pada bagian 7-9 Prasasti Kalasan berbunyi seperti berikut, Desa Kalasan dihadiahkan. Para pangkur, tawan, dan tirip, adyaksa desa, dan para pembesar menjadi saksi. Tanah yang dihadiahkan oleh sang raja supaya dijaga baik-baik oleh para raja keturunan wangsa Sailendra, oleh para pangkur, para tawan dan tirip, serta para pembesar yang bijak turun temurun.
Pada bagian 11-12 berbunyi, yang mulia Kariyana (rakryan) Panangkaran mengulangi lagi permintaan beliau kepada semua raja, yang akan menyusul untuk membina wihara itu dalam keadaan yang sempurna - sempurnanya.
Berkat pembangunan vihara, diharapkan semua orang memperoleh pengetahuan tentang kelahiran, memperoleh tibavopapanna dan mengikuti ajaran China.
Di sisi lain, pembangunan candi juga diperuntukkan sebagai persembahan kepada nenek moyang seperti dikenal dalam agama Buddha Mahayana di masyarakat Jawa Tengah.
Di masa Rakai Panangkaran pula merupakan awal berkuasanya Wangsa Sailendra yang menganut Buddha Mahayana.
Pembangunan candi dan vihara di Desa Kalasan adalah manifestasi rasa terima kasih bahwa Pancapana berhasil menduduki takhta kerajaan.
Editor: Reza Yunanto