Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Guru SMA Diduga Mesum Sesama Jenis di Toilet Masjid Padang
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Penari Taledek dan Hobi Priyayi Jawa yang Gemar Umbar Birahi

Senin, 27 Februari 2023 - 17:32:00 WIB
Kisah Penari Taledek dan Hobi Priyayi Jawa yang Gemar Umbar Birahi
Ilustrasi penari taledek atau ronggeng. (foto: griyakule).
Advertisement . Scroll to see content

BLITAR, iNews.id – Panggilan Taledek, Ronggeng atau Tandak di sebagian masyarakat Jawa, terutama di wilayah eks Karsidenan Kediri dan sekitarnya, memiliki konotasi negatif. Sebutan taledek selalu merujuk pada tabiat perempuan gampangan.

Tudingan terhadap para perempuan yang mudah berganti-ganti pasangan. Padahal dalam historisnya taledek merupakan sebutan untuk perempuan penari dalam sebuah kesenian tradisional tayub atau ludruk.

Di Betawi, taledek sama halnya dengan penari kesenian cokek. Serupa juga dengan penari wanita dalam pertunjukan dombret atu dongbret di Karawang Jawa Barat.

Munculnya framing negatif terhadap taledek pertama kali dilakukan oleh kolonial Belanda. Taledek disamakan dengan perempuan yang bermoral longgar.

“Dalam ensiklopedi resmi yang diterbitkan pemerintah (kolonial Belanda), disebutkan bahwa ronggeng dan taledek yakni bagian istimewa dari prostitusi (pelacuran),” demikian dikutip dari buku Bukan Tabu di Nusantara (2018).

Penilaian negatif kolonial Belanda terhadap perempuan taledek mengacu pada gerak tubuh si penari saat berpentas. Gerakan perempuan yang tengah menari dinilai erotis.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut