Kisah Pelajar Desa Miliarder Tuban Wujudkan Mimpi usai Raih Beasiswa Pertamina
Sebagai anak pertama di keluarganya, Budi mengerti bahwa dia akan menjadi tumpuan orang tuanya kelak. Kini setelah memasuki tahun terakhir pendidikan D3 PEM Akamigas, dia berharap kelak dapat berkontribusi banyak sebagai pekerja Pertamina Rosneft.
"Ketika diumumkan menerima beasiswa, saya sangat bersyukur. Jika diterima bekerja di kilang GRR Tuban, pastinya gaji akan saya gunakan untuk membahagiakan orang tua. Saya ingin berangkatkan haji orang tua, membuka usaha, dan bersedekah," tutur Budi.
Sementara itu, Tedy Putra Pratama, penerima beasiswa asal Desa Rawasan termotivasi mengejar beasiswa demi membahagiakan orang-tua. Terlahir dari ayah dan ibu yang bekerja sebagai kuli bangunan dan pedagang baju, pemuda berusia 21 tahun ini sangat ingin membahagiakan bapak-ibunya dengan cara sederhana: memperbaiki rumah mereka yang masih beralaskan semen.
"Itu dulu, baru kemudian menabung untuk memberangkatkan orang-tua naik haji. Saya bersemangat mengambil beasiswa ini setelah mendengar nasihat Bapak. Beliau ingin saya bersungguh-sungguh, agar bisa menaikkan derajat orang tua. Anak dari seorang kuli yang bisa menjadi pekerja Pertamina," tuturnya.
Bagi Tedy, menjadi pekerja Pertamina memunculkan harapan akan masa depan yang lebih baik, yang menginspirasi rekan-rekan sebayanya untuk giat mencari ilmu dan mengejar peluang. "Banyak anak di desa saya berpikir: ngapain kuliah kalau ujung-ujungnya jadi kuli. Dengan beasiswa ini, saya ingin membuktikan bahwa anak desa bisa kuliah dan jadi orang sukses!"