Kisah Marietje, Perempuan Indo Pemburu Pria Kaya di Masa Hindia Belanda
Kasus Marietje merupakan cerminan kisah masyarakat Indo di Hindia Belanda yang bertahan hidup di pinggiran. Ibunya anak haram seorang pengacara yang sejak remaja ditolak keluarga.
Penolakan itu membuatnya bertahan hidup di sebuah kampung. Ayah Marietje yang ditengarai juga seorang Indo tidak begitu dikenal. Karena tak ada yang bersedia merawat, Marietje kecil dititipkan kepada suster Ursulin di Surabaya.
Babak baru hidupnya dimulai setelah pasangan Bronsgeest yang mengadopsi, merawat dan menyekolahkannya. Pada usia 12 tahun, Marietje tinggal sementara di Leger des Heils (Bala Keselamatan) Surabaya karena orang tua asuhnya meninggal dunia.
Marietje melarikan diri pada usia 14 tahun dan terjebak dalam dunia prostitusi dan penipuan di Surabaya. Pada tahun 1915, dia sempat menikah dengan Christiaan Krop, seorang pemangkas rambut di Surabaya dan memiliki seorang putra bernama Chris.
“Pernikahan mereka kandas dan Chris terpaksa tinggal di panti asuhan”. Karena sepak terjangnya, Marietje pada 11 Desember 1917 diadili di persidangan dengan dakwaan melakukan penipuan.