Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Semeru Erupsi Muntahkan Abu Vulkanik 800 Meter, Waspadai Awan Panas
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Korban Selamat Erupsi Gunung Semeru, Berlindung di Musala dengan Rapalan Doa dan Azan

Minggu, 12 Desember 2021 - 23:23:00 WIB
Kisah Korban Selamat Erupsi Gunung Semeru, Berlindung di Musala dengan Rapalan Doa dan Azan
Sejumlah korban selamat dari terjangan erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengungsi sementara di rumah saudara. (Foto: MNP/Tritus Julan)
Advertisement . Scroll to see content

Masih lekat dalam ingatan perempuan berumur 51 tahun ini tatkala ia dan anggota keluarganya panik mencari tempat berlindung. Awan yang gelap membuatnya semakin kalut. 

Kondisi salah satu desa terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Minggu (12/12/2021). (Foto: MNP/Tritus Julan)
Kondisi salah satu desa terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Minggu (12/12/2021). (Foto: MNP/Tritus Julan)

Dalam situasi yang serba ketakutan itu, ia diseret sang suami untuk berlindung di salah satu bangunan musala yang tak jauh dari rumahnya.

Misni sempat kehilangan harapan lantaran di dalam musala itu sudah ada puluhan kepala keluarga yang sudah lebih awal berlindung. Praktis, ia harus sedikit memaksa untuk masuk dan berharap kondisinya lebih aman dibanding berada di dalam rumahnya sendiri. "Saya yakin akan lebih aman di musala," tutur Misni. 

Pilihan untuk berlindung di dalam musala, juga bukan datang serta-merta. Beberapa saudaranya juga sempat mengajak dirinya untuk berlindung di tempat yang rutin ia sambangi saat beribadah itu. Lantaran itulah ia merasa lebih aman. "Paling kalau mati, ya ada saudara-saudara juga di situ (musala)," begitu Misni menceritakan sedikit kepasrahannya saat itu.

Beberapa jam, Misni dan sekitar 50 orang di dalam musala itu menunggu nasib. Sementara di luar musala, mereka melihat dengan jelas bagaimana lahar panas yang bercampur air hujan datang seperti air bah. Suara gemuruh membuat mereka bertambah takut. "Kami terus berdoa, baca al fatihah dan yang laki-laki mendengungkan adzan," ucapnya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut