Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Ki Ageng Sela, Petani Ahli Tirakat yang Menurunkan Raja-Raja Mataram dan Yogyakarta 

Selasa, 08 Februari 2022 - 06:53:00 WIB
Kisah Ki Ageng Sela, Petani Ahli Tirakat yang Menurunkan Raja-Raja Mataram dan Yogyakarta 
Salah satu peninggalan mataram kuno. (Foto: storymap).
Advertisement . Scroll to see content

Dalam setiap tapanya, Ki Ageng Sela selalu memohon kepada Tuhan agar keturunannya kelak bisa menjadi raja-raja besar yang menguasai seluruh Jawa.

Saat itu, dia tengah bertapa di barat daya wilayah Tarub, di sebuah hutan bernama Renceh. Ki Ageng berada di sebuah gubuk. Sedangkan Jaka Tingkir, muridnya berada di batu lompatan.

Tapa berlangsung tujuh hari tujuh malam. Pada suatu malam ia mendapat isyarah atau jawaban yang datang melalui mimpi.

Dalam buku “Pajang, Pergolakan Spiritual, Politik & Budaya”, diriwiyatkan, wahyu yang diharapkan tidak jatuh kepadanya, melainkan kepada Jaka Tingkir, muridnya.

Mimpi itu mengandung makna, ikhtiar Ki Ageng Sela untuk menurunkan raja-raja besar sudah didahului Jaka Tingkir. Ki Ageng Sela diceritakan merasa kecewa, namun berserah diri kepada Yang Maha Kuasa.

Ki Ageng Sela kepada Jaka Tingkir menyampaikan pesan: “Nanging Thole, ing buri turunku kena nyambungi ing wahyumu” (Tetapi Nak, kelak turunanku dapat melanjutkan wahyumu).

Sejarah mencatat, berdirinya Kerajaan Mataram Islam dengan raja pertama Panembahan Senopati (1586-1601) berlangsung setelah Kerajaan Pajang, runtuh. Danang Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati merupakan keturunan Ki Ageng Sela. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut