Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Kerajaan Mataram Racuni Sungai Brantas untuk Taklukkan Surabaya 

Selasa, 30 November 2021 - 09:44:00 WIB
Kisah Kerajaan Mataram Racuni Sungai Brantas untuk Taklukkan Surabaya 
Peninggalan Kerajaan Mataram. (Foto: pecihitam).
Advertisement . Scroll to see content

Serangan balik Surabaya yang berusaha mempertahankan wilayahnya berhasil ditangkas. Beberapa wilayah kekuasaan dan sekutu Surabaya seperti Lasem, Tuban, Lamongan, berhasil ditaklukkan oleh Sultan Agung. Alhasil Surabaya menjadi satu-satunya daerah di timur Jawa dengan kekuatan besar yang belum berhasil ditaklukkan Mataram. 

Pengepungan pun dilakukan oleh Mataram, tetapi hal ini tak mudah. Sebab wilayah Surabaya termasuk istana kadipaten terletak di antara cabang-cabang Sungai Brantas. Banyak bagian-bagiannya juga dikelilingi oleh rawa-rawa yang membentuk benteng alami dan menyebabkan resiko kesehatan bagi para pengepungnya. 

Selain itu Surabaya juga dikelilingi oleh tembok yang kokoh dengan diperkuat meriam-meriam. Posisi Surabaya sebagai kota pelabuhan juga membuat Mataram perlu memblokade Surabaya melalui jalur darat dan laut. Pemblokadean dua jalur ini tentu membuat Mataram mengeluarkan tenaga dan energi yang semakin banyak. 

Pengepungan oleh pasukan Mataram pun dilakukan dengan mengirimkan lima ekspedisi di masa Sultan Agung. Pertama pada tahun 1620 dengan melibatkan 70.000 pasukan, melawan 30.000 pasukan Surabaya. Pengepungan pertama ini gagal karena persediaan bagi pasukan Mataram yang tidak cukup. 

Keberhasilan penaklukan Surabaya terjadi pada pengepungan kelima pada tahun 1625. Saat itu Mataram dipimpin langsung oleh Tumenggung Mangun Oneng dibantu oleh Tumenggung Yuda Prasena dan Tumenggung Ketawangan, mengepung Surabaya. Sultan Agung kemudian menyusun taktik untuk membendung Sungai Brantas. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut