Kisah Inspiratif Umar Syahroni, Tunadaksa Peraih Beasiswa LPDP Australia Dulu Dihina Kini S3
Umar merasa sangat bersyukur karena dia bisa menempuh studi sampai S3 dengan gratis melalui beasiswa LPDP. Terlahir dari keluarga sederhana membuatnya tidak pernah menyangka bisa mengenyam pendidikan sampai di Negeri Kanguru. Semua jerih payah dan pengorbanannya itu kini berbuah manis.
“Tahun 2022 jadi tahun tersibuk dan bersejarah. Persiapan studi S3 yang jauh lebih kompleks karena saat itu belum lulus S2, namun nekat mendaftar. Apalagi harus mencari supervisor yang sesuai dengan topik penelitian. Perjalanan panjang dengan mengirim email pada 30 lebih universitas mulai Juni, hingga akhirnya awal Juli diterima oleh Prof Gerard Goggin dan Prof Jen Smith-Merry. September lolos seleksi the University of Sydney dan November jadi kado ulang tahun terindah dengan lolos Beasiswa LPDP untuk kedua kalinya,” tuturnya.
Pada akhir, Umar berpesan kepada rekan-rekan difabel untuk berani keluar dari zona nyaman dan membuktikan bahwa mereka dapat setara. Menurutnya, keadaan fisik dan mental setiap orang boleh berbeda, tetapi hak dan kewajiban setiap orang harus sama.
Dia juga mengajak kaum non-difabel untuk merangkul dan mendorong kaum difabel untuk maju bersama.
“Mari lihat dunia ini sebagai taman bunga yang penuh warna. Penyandang disabilitas merupakan bagian integral dari keberagaman Indonesia,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw