Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabar Duka! Jemaah Haji Lansia Asal Pasuruan Meninggal di Madinah akibat Sesak Napas
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Guru Honorer Ernawati, 12 Tahun Sisihkan Gaji hingga Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci 

Kamis, 30 Juni 2022 - 09:51:00 WIB
Kisah Guru Honorer Ernawati, 12 Tahun Sisihkan Gaji hingga Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci 
Guru honorer Wiwik Ernwati sukses mewujudkan memimpinya pergi ke tanah suci setelah 12 tahun menabung. (istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Mimpi guru honorer Wiwik Ernaawati untuk pergi ke tanah suci akhirnya terkabul. Ibu dua orang putri asal Mojokerto itu berangkat ke Mekkah dari hasil tabungannya selama 12 tahun. 

Bagi Ernawati, sukses ini merupakan berkah luar biasa. Sebab gaji yang didapat sebagai guru tidak tetap (GTT) jauh dari Upah Mininum Regional (UMR). 

Ernawati menceritakan, sejak 2008 menjadi guru, dia hanya mendapatkan honor sebesar Rp24.000 sebulan. Gaji tersebut, tidaklah sebanding dengan pengeluaran yang harus ia rogoh dari kantong sakunya. Pasalnya, jarak rumah menuju tempat ia mengabdi tidaklah dekat, butuh waktu sekitar 40 menit dengan mengendarai sepeda motor.

"Setiap hari, saya harus menempuh sekitar 50 km di daerah pegunungan untuk bisa sampai di tempat saya mengajar, di daerah Pacet," tutur jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 34 Embarkasi Surabaya ini, Rabu (29/6/2022).

Putri dari penjaga sekolah SD di daerah Mojokerto ini lantas menuturkan, ia mendaftar haji pada tahun 2011, tepat sebulan setelah melangsungkan pernikahan. Atas kesepakan dengan sang suami, uang amplop pernikahan yang ia dapatkan, ditambah tabungan yang ada, ia gunakan untuk membayar pendaftaran ibadah haji. 

"Alhamdulillah, karena tekad saya sudah kuat, dapat uang buwuhan saya gunakan untuk daftar haji," ujar jemaah haji yang berangkat sendiri tanpa didampingi suami.

Seiring berjalannya waktu, gaji yang diperoleh Ernawati pun beranjak naik. Meski honor yang ia peroleh masih jauh dari kata cukup, guru yang belum mendapatkan sertifikasi non PNS  hingga 14 tahun pengabdiannya ini masih bisa bersyukur.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut