Kisah Bisikan Ulama Buat Raja Mataram Berbalik Arah Serangan
JAKARTA, iNews.id - Kisah bisikan ulama kepada Raja Mataram Sultan Amangkurat I rupanya memengaruhi sikap sang raja. Dia yang masih bernafsu mengekspansi sejumlah wilayah pun berbalik arah serangan.
Salah satu yang menjadi tujuannya yakni daerah Banten. Langkah itu untuk menebus kegagalan ayahnya Sultan Agung untuk menguasai wilayah di barat Pulau Jawa itu.
Bahkan untuk memantapkan konsolidasi pasukan, sultan mengangkat Pangeran Purbaya, yang juga pamannya sendiri sebagai komandan pasukan. Pengangkatan yang juga disambut oleh Purbaya asalkan ada jaminan tentang netralitas Batavia.
Produksi senjata-senjata pun dilakukan oleh Mataram, mulai dari senapan, meriam, dan beberapa senjata lain. Namun seiring berjalanya proses persiapan penyerangan ke Banten, terjadi dinamika datang dari para pemuka agama untuk mengarahkan serangan ke timur.
Disampaikan H.J. De Graaf pada "Disintegrasi Mataram : Di bawah Mangkurat I", para pemuka agama ini mengemukakan ke raja jika tidak melakukan akan memperoleh berkah. Bagi para pemuka agama itu, wilayah timur yakni Blambangan ini harus direbut terlebih dahulu dari orang-orang Bali yang dianggap berbeda keyakinan dengan Mataram.