Kesaktian Mpu Bharada, Kalahkan Calon Arang hingga Terbang ke Bali dengan Selembar Daun
Sesampainya di Bali, permintaan Airlangga yang disampaikan Mpu Bharada pun ditolak Mpu Kuturan yang berniat mengangkat cucunya menjadi raja Bali.
Alhasil Airlangga terpaksa membelah kekuasaan kerajaan kepada dua putranya. Mpu Bharada bertugas menetapkan batas antara kedua belah negara.
Dikisahkan, di sinilah kesaktian Mpu Bharada kembali muncul. Dia terbang sambil mengucurkan air kendi. Tetapi ketika sampai dekat Desa Palungan, jubah Mpu Bharada tersangkut ranting pohon asam.
Dia marah dan mengutuk pohon asam itu menjadi kerdil. Oleh karena itu, penduduk sekitar menamakan daerah itu Kamal Pandak, yang artinya asem pendek.
Desa Kamal Pandak pada zaman Majapahit menjadi lokasi pendirian Prajnaparamitapuri yaitu Candi Penghargaan Arwah Gayatri, istri Raden Wijaya.