Keren, 6 Mahasiswa Unair Sabet Penghargaan Best Social Project di Istanbul Youth Summit
Kemudian, mereka mewawancara dengan menanyakan usaha mereka yang terdampak pandemi. Dari situ, Dimas dan teman-temannya mengetahui problematika para jasa reparasi ketika terjadi krisis.
"Kemudian, kami juga menanyakan identitas serta nomor telepon mereka. Setelah itu, kami coba promosikan lewat media Instagram,” katanya.
Untuk jangka panjang, Dimas dan tim berencana membuat sebuah aplikasi demi mempermudah usaha promosi dari para jasa reparasi. Mereka berharap hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat umum.
"Jadi proyek itu awalnya kita ingin membuat sebuah mobile application yang konsepnya hampir mirip seperti taxi online. Tapi pada waktu itu karena keterbatasan waktu dan sumber daya, jadi aplikasi itu hanya kami jadikan blueprint untuk jangka panjang dari projek yang kami jalankan," tuturnya.
Mereka berharap manfaat jangka panjangnya dengan adanya aplikasi tersebut masyarakat bisa saling bersimbiosis. Pelaku usaha dapat menaikkan omzet mereka, dan masyarakat juga dapat terbantu dengan adanya aplikasi ini.