Keluarga Korban Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Tembak Marinir Mengadu ke DPRD Jatim
Dewi berharap DPRD Jatim dapat membantu mengawal kasus tersebut agar hak-hak anaknya terpenuhi. "Yang saya utamakan adalah upaya penyembuhan anak saya sampai tuntas," ujar Dewi.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusydi mengatakan, segera menjadwalkan pemanggilan pihak Marinir guna melakukan mediasi dengan keluarga korban.
"Kami akan melakukan komunikasi kepada pihak-pihak terkait dan memediasi kira-kira solusi yang terbaik nanti seperti apa," ucap Adam.
Sebelumnya, Komandan Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir TNI AL, Mayor Ahmad Fauzi buka suara terkait kabar siswa SMP di Gresik, Darrell Fauta Hamdani (14) yang diduga menjadi salah satu korban terkena peluru nyasar dari latihan militer 4 batalyon di lapangan tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Fauzi menyampaikan empati dan simpati atas peristiwa yang menimpa dua korban tersebut.
“Pertama-tama kami menyampaikan turut prihatin atas terjadinya musibah yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Kami memahami peristiwa ini menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita semua. Kami atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir menyampaikan rasa simpati dan empati yang tulus terhadap para korban,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Diketahui, dua siswa kelas III SMPN 33 Gresik, yakni DFH (14) dan RQ (15), menjadi korban dugaan peluru nyasar saat berada di musala sekolah pada 17 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Editor: Kurnia Illahi