Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Tersangka Korupsi Tambang Batu Bara Ditahan Kejati Kaltim, ASN ESDM dan Pengusaha
Advertisement . Scroll to see content

Kejati Jatim Akan Periksa 15 Eks Anggota DPRD soal Korupsi Dana Hibah

Jumat, 27 Juli 2018 - 17:11:00 WIB
Kejati Jatim Akan Periksa 15 Eks Anggota DPRD soal Korupsi Dana Hibah
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sunarta, di kantornya Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (27/7/2018). (Foto:iNews.id/Ihya' Ulumuddin)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Tersangka kasus korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) dipastikan akan bertambah. Saat ini, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur tengah menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi senilai Rp227 milar tersebut. Mereka adalah beberapa mantan anggota DPRD Jatim periode 2004-2009.

Untuk mengungkap fakta tersebut, pekan depan penyidik Kejati Jatim akan memeriksa 15 anggota DPRD periode 2004/2009. Mereka inilah yang kemungkinan akan menjadi tersangka baru dalam kasua mega proyek tersebut. Namun, Kejati enggan membeber ke-15 anggota DPRD tersebut.

“Ada 15 (anggota Dewan periode 2004-2009) yang kami panggil. Semoga ada titik terang. Dari keterangan saksi mengarah ke sana (keterlibatan anggota Dewan). Setelah kami panggil, baru ada penetapan (status tersangka),” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sunarta, di kantornya Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (27/7/2018).

Dia mengatakan, pemanggilan terhadap mantan anggota Dewan ini untuk mengkroscek keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa Kejati Jatim. Saksi-saksi yang dipanggil itu, beberapa di antaranya adalah penerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim tersebut.

Ke-15 saksi yang akan dipanggil merupakan hasil pengembangan pemeriksaan empat saksi yang salah satunya termasuk Dr Bagoes Soetjipto, penyalur dana hibah P2SEM. Dari keterangan saksi itu, ditemukan adanya dugaan keterlibatan anggota Dewan dalam megakorupsi ini. "Yang 15 ini belum tentu (terlibat) juga. Makanya harus dilakukan pendalaman," ungkapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut