Kebakaran Lahan di Gunung Arjuno Meluas di Hari Keempat, Muncul Titik Api Baru
"Ini kan yang mempercepat pergerakan api itu karena ilalangnya lebat, kemudian tertiup angin, ketika tersulut api, kena arus angin lalu menyebar ke mana-mana. Angin kencang itu memperparah penyebaran api," ucapnya.
Sementara proses pemadaman juga tak mudah, pihaknya mengerahkan ada 120 petugas Tahura Raden Soerjo dibantu masyarakat peduli api berjibaku di kawasan Gunung Arjuno mulai sisi Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Pengerahan petugas yang banyak pun tak memudahkan proses pemadaman. Ketiadaan sumber air menjadikan pemadaman dilakukan dengan cara manual, yakni memukul-mukulkan ranting pohon ke sumber api dan membuat sekat, untuk mengantisipasi api meluas.
"Kita kerahkan 120 orang personel Tahura plus masyarakat peduli api, (kendala di lapangan) karena lokasi yang miring, sulit dijangkau, tebing curam, tebing kemiringan 60 derajat, ya ekstrimlah," katanya.
Ajat mengingatkan agar masyarakat yang beraktivitas di seluruh kawasan Gunung Arjuno - Welirang tidak melakukan aktivitas menyalakan titik api. Sebab hal itu bisa mengakibatkan kebakaran di tengah kondisi cuaca kering, termasuk merusak ekosistem lingkungan.
"Kalau ekologi rusak ya pasti, ekosistem pasti rusak otomatis. (Kerugian hewan terbakar dan luasan area yang terbakar) mesti ada, tapi saat ini kita masih fokus ke pemadaman dulu," katanya.