Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Semeru Meletus 4 Kali Malam Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru Meluas Jadi 80,43 Ha Pascaerupsi 

Jumat, 14 Januari 2022 - 15:25:00 WIB
Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru Meluas Jadi 80,43 Ha Pascaerupsi 
peta kawasan rawan bencana Gunung Semeru meluas. (ilustrasi).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Peta kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Semeru meluas dari 72,6 hektare (ha) menjadi 80,43 ha. Ada penambahan sebanyak 12,5 ha. 

Data terbaru KB Gunung Semeru tersebut diketahui berdasarkan pemutakhiran data oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG). Pemutakhiran data ini dilakukan menyusul erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu yang menimbulkan dampak luar biasa bagi wilayah sekitar. 

Kepala PVBMG Andiani menuturkan, revisi peta KRB ini dibuat dengan skala 1 : 25.000, berdasarkan hasil pemantauan dan analisa kondisi terkini Gunung Semeru pascaerupsi pada 4 Desember 2021 hingga saat ini. Nantinya peta ini akan memperbarui peta kawasan terdampak Gunung Semeru yang sebelumnya dibuat di tahun 1996.

"Pemetaan yang kami lakukan atau revisi yang kami lakukan, memang ada perubahan-perubahan area yang dahulu merupakan KRB dua, sekarang berubah menjadi KRB tiga, area yang dahulunya bukan merupakan KRB dan sekarang menjadi daerah KRB dua," ujarnya. 

Perubahan peta KRB ini juga otomatis mempengaruhi luasan area desa-desa di sekitar kawasan Gunung Semeru yang terdampak. Beberapa desa seperti Desa Supiturang, Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengalami perluasan area yang masuk kawasan rawan bencana. Desa-desa tersebut saat ini masuk KRB tiga atau sering terjadi aliran awan panas, aliran lava, hingga lontaran material lainnya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut