Kasus Covid-19 di Jatim Hampir Samai DKI, Ini 3 Pesan Doni Monardo
Belakangan banyak kasus pengambil alihan jenazah oleh pihak keluarga. Setiap ada pasien yang sudah beresiko tinggi, kata dia, harus ada pendekatan dengan pihak keluarga.
“Sehingga mereka tidak gegabah untuk mengambil alih jenazah. Dampaknya akan timbul kasus baru. Kalau diantara keluarga itu ada yang komorbid, tentu akan sangat berbahaya. Itu dampaknya bisa timbulkan kematian,” katanya.
Maka, lanjut dia, harus ada pelibatan dengan tokoh masyarakat maupun tokoh agama dan berbagai kalangan di Jatim. Sehingga, kasus pengambil alihan jenazah tidak terulang lagi.
“Sangat disayangkan, di mana pemerintah harus melindungi warga negaranya, akhirnya terdampak Covid-19 akibat karena ketidaktahuan,” katanya.
Kedua, langkah Pemprov Jatim menggelar tes massal Covid-19 bersama dengan kabupaten dan kota patut diapresiasi. Sebab, dari tes tersebut, mampu mendapatkan sebanyak 2.000 spesimen per hari.